Siaran Pers

Urgensi Transisi Energi Terbarukan di Indonesia Jannata Giwangkara Manajer Program Transformasi Energi IESR.

Energi Terbarukan Kebijakan Publik
11-01-2021 , Posted - Adminitrators
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2015-2019), transformasi energi global dengan energi terbarukan (ET) berlangsung sangat cepat. Pada tahun 2019, Badan Internasional Energi Terbarukan ( International Renewable Energy Agency - IRENA) mencatat penambahan kapasitas terpasang baru
dari ET sebesar 72% (atau 176 gigawatts - GW) dari semua total ekspansi pembangkit listrik ( IRENA, 2020a ). Hal ini menjadi tahun kelima secara berturut-turut dimana lebih dari 50% penambahan pembangkit baru global berasal dari energi bersih. Bloomberg New Energy Finance ( BNEF, 2020 )
melaporkan bahwa turunnya biaya modal di teknologi bayu dan surya menjadikan kedua teknologi ini mendominasi investasi energi bersih sebesar 95% (269,3 milyar US$) di tahun 2019. Disisi lain, efisiensi energi pada peralatan dan bangunan telah menjadi norma dan standar global dalam upaya
pengurangan pertumbuhan konsumsi energi. Kemajuan teknologi dan digitalisasi di sektor energi mendorong proses transisi sistem energi
menjadi lebih pesat dan mendukung proses modernisasi sistem energi. Inovasi teknologi akan membuat pasokan listrik dapat disuplai dengan 100% ET di pertengahan abad ini menjadi skenario yang memungkinkan ( Ram et al., 2019 ). Dari perspektif bisnis, kemajuan ini juga telah mendorong
perubahan dalam cara perusahaan energi dan listrik menjalankan bisnis mereka ( Global Commission on the Geopolitics of Energy Transformation & IRENA, 2019 ). Pertanyaan untuk Indonesia: Bagaimana negara ini memanfaatkan daya saing dari penurunan biaya teknologi ET dan inovasi teknologi untuk memacu transisi ET di tanah air? Apakah kebijakan dan rencana yang sudah ada saat ini sudah mendukung transformasi yang dibutuhkan? Bagaimana Indonesia turut berkontribusi dalam pencapaian target Perjanjian Paris dan Target Pembangunan Berkelanjutan global dari Agenda 2030?

Peluang serta ancaman gelombang transisi energi global perlu diantisipasi dan diatasi dengan baik oleh para pemangku kepentingan utama di sektor energi dan listrik dengan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang tren saat ini dan konsekuensinya. Tulisan ini mengulas pentingnya transisi energi di Indonesia yang menitik beratkan kepada transisi di sektor ketenagalistrikan menuju sistem yang modern, dapat diandalkan, dan lebih rendah karbon (dan bahkan nir karbon) di tahun 2050. Dalam tulisan ini dibahas juga bagaimana dan apa saja yang perlu dipersiapkan dalam kurun waktu lima tahun kedepan.