Siaran Pers

Efisiensi Energi Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Nasional (Muhammad Ery Wijaya Peneliti Climate Policy Iniative)

Kebijakan Publik
11-01-2021 , Posted - Administrator

Pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dari tahun ke tahun perlu ditopang oleh ketersediaan suplai energi yang cukup. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga telah mendorong konsumsi energi nasional yang tinggi. Dari tahun 2017 hingga 2019, terhitung kenaikan konsumsi energi rata-rata setiap tahun hampir sebesar 11% (ESDM, 2020). Namun konsumsi energi di Indonesia terhitung cenderung boros dibandingkan dengan negara lain. Hal ini ditunjukkan oleh indikator intensitas energi Indonesia sejak 2010 – 2019 yang berada di kisaran 1.7 hingga 2 (ESDM, 2020). Intensitas energi yang tinggi menunjukkan bahwa konsumsi energi di Indonesia cenderung tidak optimal digunakan untuk kegiatan ekonomi yang dapat meningkatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Sektor Industri adalah salah satu konsumen energi terbesar, yakni mengkonsumsi energi sebesar 36.64% di tahun 2019 (ESDM, 2020). Dalam beberapa tahun ini sektor industri, terutama manufaktur terus digenjot pertumbuhannya, karena terbukti sektor ini masih memberikan kontribusi besar pada perekonomian nasional. Tercatat sepanjang tahun 2019 kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 17,58% (BPS, 2020). Sayangnya kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB mengalami trend penurunan dibanding pencapaian di tahun-tahun sebelumnya. Penurunan kontribusi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah karena lemahnya daya kompetisi sektor industri kita.